Minggu, 11 April 2010

KAK MARET 2010

I. Pengantar

Saudara-saudara seordo,

Selamat bertemu kembali dalam KAK ini. Kita sedang berada dalam masa prapaska di mana suasana pertobatan mewarnai hari-hari hidup kita, di mana kita diundang untuk memasuki, mengalami, dan menimba kekuatan dari misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus. Sengsara dan wafat-Nya menunjukkan cinta dan kesetiaan-Nya yang membawa penebusan dan kehidupan bagi umat manusia. Kebangkitan-Nya menjadi jaminan dari iman kita. Rasul Paulus mengatakan sia-sialah iman kita, jika Kristus tidak bangkit. Semoga masa ini menjadi masa yang berahmat bagi kita baik sebagai pribadi dan persaudaraan!

Jumat, 09 April 2010

Pastor Dr. Samuel Oton Sidin: Bentara Ekologi Rumah Pelangi

Sebuah wawancara Sdr. Lianto Lim/Duta dengan P. Samuel Oton Sidin OFMCap untuk Majalah Duta edisi Januari 2010:


Pastor Samuel Oton Sidin, OFM. Cap. lahir di  Peranuk, Bengkayang, 12 Desember 1954. Pada  tahun 1984, ia ditahbiskan menjadi imam dari  Ordo Kapusin. Setahun kemudian, ia berangkat ke  Roma, Italia, untuk menempuh pendidikan  doktorat di bidang spiritualitas fransiskan. Pada  tahun 1990, pendidikan doctorat dari  Antonianum, Roma, diselesaikan dengan  disertasi berjudul: The Role of Creatures in Saint  Francis’ Praising of God. Pakar fransiskanologi  ini terlibat lama dalam bidang pendidikan calon imam Kapusin di Parapat dan Pematangsiantar, Sumatera Utara. Lianto dari Duta sempat berdialog dengan Pastor Samuel Oton Sidin (SOS), pendekar ekologi dari Gunung Benuah. Berikut petikan pembicaraannya.

Duta: Pater, sejatinya, gagasan apa yang ada di balik Rumah Pelangi (RP)?

St. Fransiskus Assisi, Pelindung Pelestari Lingkungan

Sebuah tulisan dari Lianto Lim.

Di tengah kegalauan penduduk bumi  menghadapi  aneka bencana alam akibat  kerusakan lingkungan,  menarik kiranya  menonjolkan kembali figur agung St.  Fransiskus Assisi. Santo pelindung  lingkungan hidup  ini mempunyai sejuta  pengalaman rohani dengan      alam yang tak  habis-habisnya menginspirasi manusia  sesudahnya. Di era kita, hampir delapan abad  setelah  kematian sang poverello, cara  pandang dan perlakuan  sang santo terhadap  alam masih bergaung keras di  hati para pemerhati lingkungan. Sungguh amat tepat,  pada 29 September 1996, Paus Yohanes Paulus II  mengukuhkannya sebagai pelindung ekologi.

Manusia dan Alam
Pada zaman dahulu kala, tatkala mitos masih menguasai manusia, alam dilihat sebagai kekuatan yang pantang diganggu-gugat. Manusia meyakini ada semacam dewa pemilik sungai dan hutan. Manusia takut melakukan hal yang dianggap dapat mengusik ketenangan dewa-dewa. Ketika akal sehat mendominasi, terjadilah demitologisasi. Manusia meninggalkan mitos dan beralih ke rasio. Peranan manusia beralih dari pihak yang tunduk dan hormat terhadap alam menjadi penguasa dan raja semesta alam. Alam diperlakukan sebagai obyek yang dapat dieksploitasi untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Solidaritas terhadap alam terkikis hingga manusia sendiri lupa atau tidak sadar lagi bahwa alam merupakan bagian besar dari dirinya dan sebaliknya. Manusia sama sekali tidak sadar bahwa merusak alam tidak berbeda dengan merusak hidup manusia sendiri. Akibat dari perilaku ini amat jelas dalam era kita. Hutan rusak, sungai tercemar, udara kotor dan berbau, dan banjir di mana-mana. Semua itu merupakan bukti bahwa manusia dan alam terkait erat. Merusak alam sama dengan merusak diri sendiri.

Rabu, 16 Juli 2008

Surat Edaran Minister Propinsial Pontianak

Kepada Yth.

Para Saudara Kapusin Pontianak
Saudara-saudara, Pax et Bonum.

Sampai hari ini belum ada berita lanjut mengenai pembahasan konstitusi, pun belum ada berita aktual perihal perkembangannya dari Kuria di Roma. Walaupun demikian mungkin sejumlah Saudara sudah membaca ulang konstitusi dan memberi catatan-catatan tertentu, sehingga bila pada suatu saat ada permintaan usul dan saran dari Kuria di Roma, maka catatan dari para Saudara tentu bermanfaat. Saudara-saudara yang belum meluangkan waktu untuk membaca kembali konstitusi, silahkan ambil waktu sejenak untuk melabuhkan jala ke laut yang lebih dalam (duc in altum). Tidak lama lagi kita akan menyambut hari-hari khusus, karena sejumlah Saudara kita akan membaharui kaul-kaulnya, 3 Saudara Novis akan mengikrarkan kaul perdana, dan 3 Saudara akan berkaul kekal. Mari kita mendoakan Saudara-saudara tersebut dalam doa harian kita. Semoga mereka semua dengan berkat Tuhan akan setia menepati janjinya dengan perbuatan nyata.

Rabu, 30 Januari 2008

Hari Valentin



Alkisah, ada seorang santo bernama Valentinus. Dia dipenjarakan karena mempertahankan cinta dan imannya kepada Kristus. Ketika akan mati sebagai martir, dia mengirimkan sepucuk kartu ucapan kepada seorang gadis yang selalu memujanya. Kartu itu berisi tulisan, “Dari Valentinusmu.”

Lepas dari benar atau tidaknya legenda ini, tanggal 14 Februari diperingati oleh seluruh dunia sebagai Hari Valentin (Valentine’s Day). Sebenarnya, hari Valentin berasal dari tiga sejarah kuno, yaitu perayaan kesuburan pada bulan Februari, peringatan St. Valentinus dalam Gereja Katolik, dan pesta burung mencari pasangannya pada bulan Februari.

Awalnya, perayaan hari Valentin bernuansa kultis (budaya). Menurut mitologi Yunani, bulan Gamelion (pertengahan Januari – pertengahan Februari) merupakan bulan yang dipersembahkan untuk memperingati pernikahan dewa Zeus dengan dewi Hera. Sementara dalam mitologi Romawi, tanggal 14 Februari merupakan hari persiapan untuk menyambut hari raya Lupercalia pada keesokan harinya. Lupercus adalah dewa kesuburan Romawi.

Kamis, 24 Januari 2008

Mendalami Tema Seminar Rm. Eddy Kristiyanto, OFM

Apa itu aliran sesat?
Sifat aliran sesat
Mengapa aliran sesat muncul?
Contoh-contoh aliran sesat
Kita apakan aliran sesat ini
Bagaimana Aliran Sesat di Indonesia

Sebelum pemaparan isi materi seminar Rm. Eddy Kristiyanto, OFM memperkenalkan bukunya yang berjudul Selilit Sang Nabi: Bisik-bisik tentang Aliran Sesat. Mengapa Selilit? Selilit itu kotoran kecil (sisa makanan) yang terselip antara gigi setelah makan. Kecil dalam mulut tetapi cukup menggangu. Sang Nabi? Peran Gereja Kristus sebagai Nabi. Selilit Sang Nabi mau memperlihatkan bahwa seakan-akan Sang Nabi terselilit, Gereja terselilit. Bisik-bisik? Aliran sesat telah dianggap sebagai hal yang buruk, tidak baik terjadi dalam Gereja. Jadi, ada baiknya dibicarakan secara pelan-pelan atau bisik-bisik saja. Sama halnya bila terjadi keributan dalam rumah tangga, seorang bapak / ibu dengan anak-anaknya, seorang anak yang berbuat suatu hal yang mempermalukan keluarga. Sebaiknya diomongin bisik-bisik aja. Aliran Sesat? Himpunan orang yang keluar dari rumusan yang sudah baku/standard.

Apa itu Aliran Sesat?

Seminar Tentang Aliran-aliran Sesat dalam Gereja

Cuaca cukup cerah pada sore hari Selasa 22 Januari 2008. Mulai dari pukul 15.30 WIB banyak orang tua-muda berbondong-bondong masuk ke sebuah Aula besar milik Sekolah Swasta Assisi Jl. Asahan, Pematangsiantar-Sumatera Utara. Ada ajaran sesat? Tunggu dulu!

Kebenaran yang membebaskan. Demikian Rm. Eddy Kristiyanto, OFM mengawali ceramahnya dalam seminar tentang Ajaran-Ajaran Sesat dalam Gereja beberapa hari yang lalu. Bertindak sebagai moderator, P. Cosmas Tumanggor, OFMCap.