Slider Background

Keuskupan Sintang Mempunyai Seorang Uskup Baru

Wednesday, December 21, 2016

Keuskupan Sintang Mempunyai Seorang Uskup Baru


       Sore ini, pada hari-hari menjelang pesta natal, persaudaraan Ordo Kapusin Pontianak menerima sebuah berita gembira: salah seorang angggota persaudaraan – Pastor Samuel Oton Sidin OFMCap. – ditunjuk oleh Paus Fransiskus menjadi uskup di Keuskupan Sintang. Keuskupan tersebut lowong sejak tanggal 03 Juni 2014, saat Mgr. Agustinus Agus diangkat menjadi Uskup Agung Pontianak. Penunjukan Pastor Samuel sebagai uskup ini terjadi hanya berselang satu minggu setelah perayaan ulang tahun beliau yang ke-62.

 Sedikit mengenai biografi beliau: Pastor Samuel lahir di Peranuk, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang (Kalimantan Barat) pada tanggal 12 Desember 1954. Beliau masuk biara Kapusin di Parapat pada tanggal 12 Januari 1977, dan setahun kemudian beliau mengucapkan kaul perdananya, tepatnya pada tanggal 13 Januari 1978. Setelah menjalani pendidikan Filsafat dan Teologi, beliau mengucapkan kaul kekalnya di Pematangsiantar pada tanggal 18 Juli 1982. Dua tahun kemudian beliau ditahbiskan menjadi seorang imam Kapusin di tempat kelahirannya, tepat pada tanggal 01 Juni 1984. Setelah ditahbiskan, beliau memperoleh tugas pertamanya sebagai pastor rekan di Nyarumkop. 

       Selanjutnya, pada tahun 1985-1990, beliau diutus ke Roma untuk menempuh studi Master dan Doktoral di Universitas Antonianum dengan spesialisasi dalam bidang Spiritualitas Fransiskan. Disertasinya yang berjudul The Role of Creatures in Saint Francis’ Praising of God (Peran Segala Makhluk Ciptaan dalam Pujian Santo Fransiskus kepada Allah) sungguh menjadi fondasi kuat yang mengantarnya pada penghayatan mendalam akan nilai-nilai kefransiskanan dalam dunia modern.

         Pastor Samuel adalah sosok pendoa, pendidik dan berjiwa pemimpin. Hidup doa menjadi poros utama dalam kehidupannya. Dalam bidang akademik, beliau pernah ditugaskan sebagai Socius maupun Magister di Novisiat Parapat, Sumatera Utara, antara tahun 1990-1997. Beliau juga banyak memberi retret dan rekoleksi bagi biarawan/biarawati, terutama yang terkait dengan spiritualitas fransiskan. Di samping berjiwa pendidik, beliau juga telah beberapa kali menjadi pimpinan umum (propinsial) Ordo Kapusin Pontianak, yakni pada tahun 1997-2000, 2000-2003, dan 2009-2012. Suatu kiprah kepemimpinan yang tidak bisa dimiliki oleh setiap orang!

Kendati bergelar doktor, pernah menjadi formator bagi para calon pastor/bruder Kapusin, serta beberapa kali menjadi pimpinan tinggi dalam Ordo Kapusin Pontianak, beliau tetap berpenampilan sederhana dan bersahaja. Beliau tidak segan-segan untuk bekerja di kebun dengan tangannya sendiri; terkadang sulit membedakannya dengan tukang kebun ketika beliau sedang bekerja mengenakan topi daun nipahnya.

Pastor Samuel adalah pribadi yang tidak banyak kata, tetapi banyak bekerja; beliau adalah man of action. Namanya dikenal di kalangan luas (bahkan di antara orang-orang non-Katolik) bukan karena promosi yang dilakukannya, melainkan karena aksi nyatanya. Hal itu terutama tampak dalam usahanya untuk menghijaukan kembali lahan kritis di Bukit Tunggal, yang terletak di Dusun Gunung Benuah, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sei Ambawang, Kabupaten Kubu Raya (Kalimantan Barat) pada tahun 2003-2008. Dalam usahanya untuk pelestarian alam ini, beliau tidak segan-segan untuk menginap di sebuah pondok sederhana yang diberinya nama Rumah Pelangi, sebuah tempat yang saat ini mulai ramai menjadi tempat wisata rohani dan ekologis.

Tidak mudah memang mengembangkan ide pelestarian alam seperti ini; banyak kekurangan finansial maupun rintangan dari berbagai pihak, baik langsung maupun tidak langsung. Namun seperti pepatah Latin mengatakan, per aspera ad astra (menuju bintang melalui jerih payah), demikianlah usaha keras seseorang pada akhirnya pasti akan membuahkan hasil. Ketekunan dan keuletan Pastor Samuel membuahkan hasil yang memuaskan: beliau mendapat piagam penghargaan dari Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, bahkan pada tahun 2012 beliau mendapat hadiah Kalpataru dari Presiden Republik Indonesia yang ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. Sebuah pencapaian yang fantastis!

Tugas Pastor Samuel yang terakhir sebelum penunjukannya sebagai uskup adalah sebagai pastor kepala Paroki Santo Fransiskus Assisi, Tebet (Jakarta). Dan, pada hari ini – Rabu, 21 Desember 2016 – namanya diumumkan secara resmi di Vatican sebagai gembala utama di Keuskupan Sintang. Proficiat Bapa Uskup! Semoga menjadi gembala yang baik bagi umat Allah di tempat yang baru. – P. Pionius Hendi, OFMCap.


NEXT »

No comments

Post a Comment